Moody’s Ratings menurunkan prospek outlook PT Bayan Resources Tbk BYAN dari stabil menjadi negatif dengan peringkat perusahaan tetap di Ba1. Penurunan outlook dilakukan tak lama setelah BYAN mengumumkan secara resmi pengambilalihan sekitar 30% saham oleh Haji Isam. Namun Moody’s klarifikasi bahwa penurunan outlook tidak berkaitan dengan masuknya Haji Isam melainkan dipicu kondisi kahar force majeure akibat revisi RKAB 2026 belum disetujui. Force majeure ini berpotensi menekan profitabilitas BYAN di pelaporan keuangan pasca masuknya Haji Isam. Anthony Prayugo AVP Moody’s menyatakan prospek negatif mencerminkan ketidakpastian regulasi terkait alokasi kuota produksi. Jika tidak segera diselesaikan ketidakpastian ini dapat menghambat produksi dan membebani kinerja keuangan. Meski demikian credit metrics BYAN sejatinya kuat karena perusahaan bebas utang debt free.

Relasi Terkait